UPDATE NEWS

Mari Berhenti Berlari (Puisi)

Indahnya rembulan, bintang

dan galaksi bintang-bintang

sirna oleh gemerlap lampu

malam yang gelap menjadi gemerlap

malam yang semestinya hening menjadi pening

Dalam mengejar ilusi kebahagiaan

di luar diri

memenuhi segala keinginan untuk senang

manusia mencipta segala alat dan mesin

tapi kita tak pernah merasa senang

adakah kita menjadi tenang ?

kita malah terus berperang Read the rest of this entry »

World Silent Day ala Bali Orange

Detik-detik sebelum waktu World Silent Day (WSD) adalah disibukkan dengan mengaktifkan gimmick We Are Silent di website kami dan website WSD. Setelah itu kami berkumpul untuk doa pagi bersama, kemudian mematikan listrik, laptop, HP, BlackBerry, perangkat elektronik lainnya dan berangkat 1 mobil ke depan kantor Gubernur Bali guna berkumpul dengan volunter WSD lainnya.

Disana sudah berkumpul sahabat-sahabat dari Walhi Bali, Bali Organic Association, PPLH Bali, Yayasan Wisnu, Forum Fair Trade Indonesia (FFTI), Frontier, Bali Outbound Community, individu-individu pendukung WSD dan puluhan wartawan.

Kegiatan We are Silent yang dimulai jam 10 pagi sampai 2 siang disana adalah meditasi, berdiskusi, obrol ringan, membaca, bersepeda ria, baca puisi dan membuat sebanyak mungkin Origami Flaping birds Read the rest of this entry »

One Baby One Tree : 12 Bayi lahir pada 21 Maret

Telpon konfirmasi dari Rumah Sakit Puri Bunda, Jl. Gatot Subroto Barat, Denpasar dan rumah sakit Kasih Ibu Jl. Teuku Umar Depasar berdering, pada tanggal 22 Maret pukul 08.00 pagi. Ada 11 bayi yang lahir di rumah sakit puri Bunda dan 1 bayi yang lahir di rumah sakit kasih Ibu.

Seperti komitmen tim kampanye World Silent Day di Bali yang hampir setiap tahun memberikan satu pohon bagi satu bayi, ritual ini terus dijalankan. “21 Maret adalah hari hening sedunia, yang kami kampanyekan. Kami sangat mengapresiasikan kelahiran putra, putri Bapak dan Ibu, dan tanggal 22 Maret adalah hari air sedunia. Air adalah  lambang kehidupan, maka kami menitipkan satu pohon ini sebagai simbol kehidupan untuk dirawat dan dijaga untuk keberlangsungan bumi kedepan” ucap Bapak Made Suarnatha yang bersama tim World Silent Day lainnya, mengantarkan pesan tersebut kepada setiap orang tua bayi yang kami temui.

“terima kasih, akan kami tanam bersama tali pusar anak saya” kata seorang Bapak setelah diberikan pohon, ada lagi yang sangat terkejut dan gembira ketika tim kami menjelaskan kedatangan kami. “Im so surpirse, thank you very much, we are so appriciate…yesterday my husband got an accident and my son has birth on unpredictable date!” kata Meera, warga India yang menetap sementara di RS Puri Bunda Denpasar.

Semoga bayi-bayi ini tumbuh dan berkembang seiring pohon yang selalu memberi manfaat bagi sekitarnya.

“jangan lupa merawat tamanan yaa” :)

World Silent Day’s Emphaty and Solidarity to Japan

indonesia

TO THE PEOPLE AND NATION OF JAPAN

Trough Consul General of Japan

AN EXPRESSION OF SOLIDARITY EMPATHY from BALI

To the people and nation of Japan,

We are several members of the community in Bali, that are members and supporters of the World Silent Day campaign (www.worldsilentday.org) We express our deepest empathy and solidarity to the people of Japan in this difficult times. Our prayers and thoughts are with those who have faced the sufferings due to the Tsunami and concurrent disaster in Japan, including the possible radiation disaster due to accident at the nuclear power plant.

Today, on March 21, we are celebrating the World Silent Day (WSD), as inspired by the Hindu Bali New year of Nyepi. On this day, we ask people to conduct activities that can help to reduce green house gases, as also a way to tackle climate change. We ask people to do this for four hours from 10 a.m to 2 p.m. The Balinese have conducted their silent day for hundreds of year for 24 hours. That 24 hours of silence can save a minimum of 20,000 tons of CO2 equivalent. We can imagine if the entire world goes on a silent journey for one day.

On this day, WSD members took time to offer prayers and sympathy in silence for the victims of Tsunami and their families and the safety of the Japanese people. We offer prayers that leaders of the world would open up their inspiration about the the need to change the way we do things, so as to reduce disasters, including the nuclear disasters. We ask that leaders of the world be given energy of inspiring thoughts about the need to save the earth in order to save humanity. After all we have only one Mother Earth.

We hope that the disaster in Japan would become an inspiration to create change. We hope also that the Japanese people and Nation would be able to join us in the journey into silence as one of the easy effort to help create that change. Let us let Mother Earth breathe easier without pollution and radiation. Together, in solidarity, we can make that happen.

We hope the victims of the Japan disaster can become leaders to lead us to a better world.

Please convey our message to the people and nation of Japan.

Denpasar, 21 March 2011

In Silence

the WSD members

(38 names and Signature)

World Silent Day ala JOGER

keluarga besar Joger, salah satu ikon terkenal di Bali, juga sebagai satu-satunya pabrik kata-kata di dunia, baru tahun ini tahu mengenai World Silent Day, langsung tanpa basa basi keluarga JOGER yang dimotori oleh Bapak Joger/ Theodorus Joseph Wulianadi SETUJU dengan konsep World Silent Day.

Mereka merayakan World SIlent Day, pada 21 Maret 2011 dengan membersihkan pantai, dimulai dari Bali Hotel Garden hingga Legian Beach Hotel. Sebagai penghargaan atas World Silent Day mereka juga menanam 21 pohon ketapang yang di tanam di pantai Kuta, dan berjanji merawatnya dan memastikan kehidupan pohon-pohon tersebut setiap hari senin. :)

SIGN UP FOR ACTION

    1. We need your support to make World Silent Day a Success and a Reality.
      Please Sign up and make comments
    2. (required)
    3. (valid email required)
    4. (required)
    5. (required)
    6. (required)
    7. (required)
    8. (required)
    9. World Silent Day will keep your info only to keep
      keep your posted about the campaign
     



  • Send your donation
    Bank Name: BRI - KC Denpasar Gatot Subroto
    Acc No: 0572-01-003435-50-0
    Account Holder: I Gusti Ayu Fransiska
    Swift Code: BRINIDJA
    Thank You!