Gerakan WSD membawa kita kembali ke 350 ppm-2 Pemudi KBPI aksi bersama Pemuda/i dari seluruh Asia

english

350 adalah jumlah batasan tertinggi carbon dioksida pada atmosfer bumi yang aman bagi manusia, dengan satuan part per million (ppm). 350.org adalah organsasi yang membantu saya dan Herni untuk dapat berkumpul dengan teman-teman dari seluruh Asia  dalam acara Asian Youth Climate Workshop 2009, 3-5 Oktober 2009 di Bangkok yang diselenggarakan oleh 350.org. Acara yang pesertanya lebih banyak (sekitar 70 orang) dibandingkan dengan acara yang sebelumnya saya ikuti, memberi warna baru dalam workshop ini. Materi dalam workshop ini mengulas sedikit tentang apa yang di bahas dalam UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change; sidang PBB yang membahas tentang perubahan iklim) dan bagaimana teknik aksi yang efektif dan tidak menghabiskan banyak dana (sangat menyenangkan saat melakukan seni melukis di atas kain blacu dan Koran, untuk menghemat biaya dan implementasi bahan yang bisa di daur ulang).
Keriuhan dan keceriaan acara ini dipenuhi oleh suara-suara saling berbagi pengalaman dan saling berkampanyenya masing-masing lembaga yang diwakilkan oleh peserta dalam acara ini. Saat sesi berbagi pengalaman dari masing-masing Negara dalam perjuangannya melakukan mitigasi perubahan iklim, semua peserta didudukkan dalam satu podium besar. Dimulai dari Nepal, kemudian Hongkong, dan saat panitia meneriakkan Indonesia! Kami wakil Indonesia (kira-kira 10 orang) saling beradu pandang, dan tak ingin hilang kesempatan, saya langsung angkat tangan dan loncat dari kursi saya yang berada di podium atas (susah untuk keluar dengan cara yang benar karena kursi-kursi disamping saya dipenuhi orang!). Saya langsung bercerita tentang Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim dan pastinya tentang WORLD SILENT DAY dengan semangat yang membara, walaupun sebenarnya sesi ini adalah perkenalan dan berbagi pengalaman, dengan paduan asas demokrasi, saya langsung menodong tanda tangan kepada semua peserta, hanya dalam waktu 10 menit dan tanpa berbusa-busa saya sudah mendapat tanda tangan dari seluruh peserta bahkan banyak yang meminta lebih kertas tanda tangan untuk dibawa pulang ke Negara mereka masing-masing. Hanya dalam waktu sepuluh menit dan sekali penjelasan tentang World Silent Day, hal tersebut diterima oleh seluruh pemuda/I seluruh Asia, pada hari pertama Workshop!. Herni yang merupakan tim saya dalam Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim juga melakukkan kampanye dengan berjuang keras menjual kaos WSD, yang ditempel pada jendela lobby hotel tempat kami menginap. Tak sia-sia, dengan antusiasme berdagangnya, banyak teman-teman yang menawar dan membeli kaos WSD kami. Hidup WSD!
Hari selanjutnya dalam workshop ini lebih banyak mengarahkan kami ke bentuk aksi nyata dan beberapa teknik dasar pemahaman perubahan iklim yang mungkin sudah  diketahui oleh para peserta sebelumnya. Tapi yang penting dalam acara ini adalah ilmu ‘teknik beraksi’ dan kekompakkan seluruh pemuda agar aksi kita lebih terlihat dan tujuan kita tercapai, tujuan bumi kembali 350. Panitia mengarahkan kami untuk memakai simbol berupa gelang persahabatan dan komitmen kita untuk berjuang mengatasi perubahan iklim. Kami juga diingatkan mengenai aksi global pada 24 Oktober 2009. Bersama 350.org kami dibantu dan berjaringan sehingga suara kami terdengar di seluruh dunia.
Seusai workshop, kami diberikan jatah untuk melihat pertemuan PBB yang membahas perubahan iklim sebagai persiapan UNFCCC COP 15 yang akan dilaksanakan bulan Desember di Copenhagen. Bersama dengan teman-teman dari Solar Generation, Tick Tick dan masyarakat asli Thailand kami melakukan aksi mengitari bangunan PBB dan berseru 350, Climate Justice, dan jargon lainnya yang menyerukan “cepatlah bertindak benar hai para Pejabat!”. Walaupun lelah dan kepanasan, kami percaya cara kami ini memberikan dampak perubahan yang positif bagi bumi ini. Semoga emisi yang kami hasilkan dari aksi-aksi kami jauh lebih kecil daripada apa yang kami hasilkan untuk melindungi bumi ini, terlebih aksi World Silent day yang akan membawa kita kembali pada keadaan 350 ppm.
Dengan semangat yang selalu menyala untuk bumi yang berkelanjutan, jangan pernah berhenti berjuang!.

By G.A. Fransiska Kusuma Dewi

2 Responses to “Gerakan WSD membawa kita kembali ke 350 ppm-2 Pemudi KBPI aksi bersama Pemuda/i dari seluruh Asia”

  1. aris dp Says:

    This program is naturally come from my best island Bali, we did it every year, everything is stopped. That’s amazing

  2. admin Says:

    Thank you, cant wait for your 21 silent story ;)

Leave a Reply

SIGN UP FOR ACTION

    1. We need your support to make World Silent Day a Success and a Reality.
      Please Sign up and make comments
    2. (required)
    3. (valid email required)
    4. (required)
    5. (required)
    6. (required)
    7. (required)
    8. (required)
    9. World Silent Day will keep your info only to keep
      keep your posted about the campaign