PELOPOR HARI HENING 2009

english

Sumino dari  Solo, Central Java, menunjukkan bahwa suatu tekad yang sederhana  bisa menciptakan kesadaran yang lebih besar daripada yang kita perkirakan. Seperti pada tahun 2008, kami menyajikan cerita dan pelopor Hari Hening atau World Silent Day (WSD) pada  2009.

Sumino memutuskan memperkenalkan konsep WSD kepada keluarganya, kemudian berpartisipasi dalam tindakan ini pada 21 Maret, 2009. Dan, ia menemukan berbagai manfaat dari tindakan sederhana mematikan peralatan elektronik untuk empat jam saja pada hari itu.  .

Sumino, yang bekerja di LPTP, sebuah lembaga pengembangan teknologi tepat guna di pedesaan, memutuskan bekerja di kebunnya untuk  mengikuti WSD pada 21 Maret. Ia merawat dan menyiram beberapa tanaman bunga yang sudah lama diabaikannya, kemudian menyemai biji cabai. Lalu ia meneruskan dengan membersihkan rumahnya hingga sore hari. Hanya telpon genggam yang ia nyalakan, sementara komputer, lemari es dan banyak peralatan elektronik lain ia matikan, tidak hanya empat jam, tapi hingga sore hari.

Ia tidak berhenti disitu;  Sumino juga  memperkenalkan gagasan hening kapda saudaranya, dan keluarga mertuanya. Beberapa dari mereka ikut melaksanakan WSD.  Keesokan hari,  Sumino berbincang dengan keluarganya untuk mencari tahu apa perasaan mereka. Beberapa anggota keluarganya mengatakan bahwa ‘tanpa elektronik atau hening’ empat jam adalah pemicu. Banyak yang kemudian bertekad untuk mematikan lampu jika tidak diperlukan, menggunakan telpon genggam hanya seperlunya, dan tidak menggunakan sepeda motor jika pergi jarak dekat, serta mengingatkan anggota keluarga lain jika ada yang lupa mematikan lampu. Mereka sekarang menjadi lebih sadar akan tindakan mereka.

Sumino mengatakan bahwa manfaat paling berharga adalah mempunyai waktu untuk melakukan sesuatu yang sudah lama tertunda. WSD tidak hanya mengurangi konsumsi energi, tapi juga memberikan seseorang waktu untuk melakukan hal lain yang penting.  Keluarga Sumino bertekad membuat “hening’ menjadi hal yang rutin dan kebiasaan. Ia mengatakan bahwa kampanye WSD memang bermanfaat, untuk mengurangi konsumsi energi pada tingkat individu dan keluarga. ..

Seperti  Sumino,  Waldi Nurhamzah  dari  Jakarta memutuskan menyelamatkan sebuah tanaman yang tumbuh di tembok pagar rumahnya. Sudah berbulan-bulan Waldi dan keluarganya mengabaikan kebun belakang hingga mereka menemukan ada pohon yang tumbuh di tembok. Ia bermaksud menyelamatkan pohon saat hari hening. Seorang teman membantu mencabut pohon itu dan menanamnya kembali di lahan kosong di depan rumah Waldi.  Ia tidak tahu nama pohon itu, tetapi seorang tetangga mengatakan bahwa itu adalah tanaman yang akan jadi besar, dengan akar menyebar kemana-mana sehingga bisa menyimpan air di dalam tanah.
.

Yurieca dari  Bandung, mengaku bahwa ia adalah orang yang suka berbicara. Tapi ia berpikir bahwa mematikan peralatan elektronik adalah gagasan yang hebat. ” Bagi saya hening ini memberi saya empat jam penuh kegiatan yang tidak perlu listrik. Saya melakukan pekerjaan rumah dan membaca beberapa buku” katanya.

Prasetyo dari  Yogyakarta mengatakan ia ke kampus dengan sepeda, akan mematikan telpon genggam dan komputer notebook, serta tidak akan membuka Facebook sepanjang hari.  Ia juga mengatakan hari hening sepertinya menarik dan berharap akan diadakan lagi tahun depan.

Wenny Pramesti dari  Jakarta yakin bahwa gagasan  WSD  adalah untuk menunjukkan bahwa orang bisa mengambil tindakan dan bahwa mematikan peralatan listrik bisa membuat perbedaan bagi perubahan iklim. Ini adalah pertama kali dia mengikuti WSD dan memilih waktunya sendiri yaitu dari jam 8 pagi hingga 12 siang. Ia berjanji pada dirinya bahwa ia akan melakukan hening satu hari dalam setiap bulan dan ini artinya juga berhemat. Langkah berikutnya adalah melakukan daur ulang di rumahnya, kata Wenny.

Para pelopor  WSD 2008 juga mengirimkan pesan yang memberi semangat. Yoseph Dwi, pahlawan  WSD 2008 mengatakan bahwa ia menyebarkan pesan e WSD ke banyak pihak dan melihat pengumuman itu beredar di beberapa kantor. Kami yakin ia mempunyai cerita menarik tentang WSD tahun ini.   Linda di  Chicago secara konsisten mematikan telpon genggam pada pukul 11 hingga puklu 3, dan komputer pada pukul 10 hingga pukul 5 sore. Ia mengunjungi saudaranya yang baru menjalani operasi. Tim WSD mengucapkan semoga cepat sembuh.

Patricia Noble di  New York, yang berpartisipasi dalam WSD 2008 mengatakan ia menghabiskan waktu di kebun halaman, dengan merencanakan dimana akan menanam tanaman rempah dan tanaman asli. “saya berencana makan siang di kebun dan tetap hening. JIka hujan (atau turun salju), saya akan masuk ke rumah dan membaca buku” katanya.

Tim  WSD juga menerima berbagai pesan dan cerita dalam banyak blok dan mendapatkan pesan melalui SMS.  . Victor dari  California mengatakan  “pesan hening dari Bali membuat tindakan mematikan alat listrik menjadi masuk akal”. ,

Sekali lagi, anda semua memulai perjalanan menuju hening, memberikan bumi saat untuk bernafas. Kami berharap anda semua akan meneruskan perjalanan ini pada 2010 dan sesudahnya!

One Response to “PELOPOR HARI HENING 2009”

  1. siais Says:

    i totally agree with this campaign, and i hope it can make some positive effect…

Leave a Reply

SIGN UP FOR ACTION

    1. We need your support to make World Silent Day a Success and a Reality.
      Please Sign up and make comments
    2. (required)
    3. (valid email required)
    4. (required)
    5. (required)
    6. (required)
    7. (required)
    8. (required)
    9. World Silent Day will keep your info only to keep
      keep your posted about the campaign