Menggalang Tanda Tangan di Hari Sarasvati

”Maap pak saya tidak bisa tanda tangan…”

Dengan logat Bataknya kata itu terlontar pada kami. Dia adalah ibu Diana yang bekerja sebagai pedagang asongan di seputaran Lapangan Puputan Badung. Menurut beberapa temannya yang juga berprofesi sama, ibu Diana memang tidak pernah mengenyam pendidikan. ”Dia tidak sekolah jadi tidak bisa tanda tangan” ungkap teman disebelahnya menerangkan pada kami.

Para ibu dan beberapa kawan lainnya berdatangan mengelilingi kami. Mereka merasa penasaran tentang kedatangan kami yang tiba-tiba memintai tanda tangan. Namun mereka terus menggerumuti sembari meminta stiker yang memang kami sediakan untuk dibagikan sebagai pendukung dalam menyampaikan pesan aksi kampanye Hari Hening Sedunia setiap tanggal 21 Maret. Dan ini berkah bagi kami karena tak perlu bersusah payah menghampiri mereka satu persatu.

Sabtu (26/2) malam kami kawanan relawan World Silent Day (WSD) untuk mewujudkan Hari Hening Sedunia sedang menggalang tanda tangan di lapangan Puputan Badung. Ketika itu memang diseputaran lapangan begitu ramai. Karena bertepatan dengan hari Saraswati. Hari yang disucikan dan diyakini oleh umat Hindu sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan.

Malam hari di Lapangan Puputan Badung pengunjung terpecah menjadi dua. Disebelah Utara pengunjung mengenakan pakaian adat sembahyang khas Bali. Mereka itulah yang sedang merayakan hari suci Saraswati yang hendak melaksanakan sembahyang di Pura Jagatnatha. Sedangkan di sebelah Selatan berkumpul orang-orang sembari duduk sedang asyik menyaksikan pentas Drama Gong. Penuh gelak tawa penonton menyaksikan pentas kesenian khas Bali yang sering disebut kesenian bondres. Memang sengaja para pemain membuat luconan agar menarik dan menyenangkan bagi penontonnya. Memang kadang kala kesenian bondres ini dijadikan media kampanye untuk menyampaikan maksud tertentu. Dan malam itu juga pentas bondres dijadikan media kampanye tentang penanggulangan rabies yang kahir-akhir ini menjadi permasalahan yang pelik di pulau Bali. Sudah puluhan korban jiwa yang meninggal akibat gigitan anjing gila.

Disela ramainya pengunjung yang penuh tawa gembira, relawan WSD terus begerilya menghampiri setiap pengunjung untuk mendapatkan sebuah tanda tangan demi tanda tangan. Kali ini kami sangat kekurangan tenaga relawan. Kami hanya berjumlah 8 orang, sedangkan pengunjung di Lapangan Puputan Badung sangat banyak. Kami sangat kualahan. Banyak pengunjung yang terlewatkan karena keterbatasan tenaga guna menggalang dukungan tanda tangan mereka. Namun dengan penuh semangat kami terus bergerilya menghampiri setiap pengunjung yang mau menorehkan tanda tangannya sebagai dukungan untuk Hari Hening Sedunia.

Tidak gampang memang meminta dukungan di tengah keramaian para pengunjung yang sedang fokus pada suatu pentas. Gelapnya suasana di lapangan Puputan Badung karena minimnya lampu penerangan menambah tantangan bagi kami para relawan WSD. Memakai handphone sebagai alat penerang terpakasa kami lakukan agar pengunjung yang mau menorahkan dukungannya dapat melihat dengan jelas. Setelah itu kami menyasar ke arah timur. Menggalang dukungan dari mereka yang telah selesai menunaikan kewajibannya terhadap Dewi Saraswati di Pura Jagatnatha.

Gerimis

Beranjak pukul 20.30 WITA hujan kecil mengguyur seputaran lapangan puputan Badung. serentak tanpa komando pengunjung membubarkan diri. Mereka berusaha mencari tempat yang aman dari guyuran hujan. Dibeberapa tempat memang terpasang tenda-tenda. Disanalah beberapa pengunjung bertedugh. Begitu juga dibawah rindangnya pohon dipinggir – pinggir lapangan tidak ingin disia-siakan sebagai penghalang turunya air hujan.

Ditengah hujan yang tidak deras ini sebagaian pengunjung membubarkan diri mengambil motornya bergegas pulang. Sempat terjadi kemacetan total di jalan tepat depan patung catur muka. Mereka tidak mau saling mengalah. Akibatnya saling berdesakan mengejar waktu untuk sampai di rumah. Mereka takut hujan akan semakin lebat.

Namun tidak seperti apa yang diperkirakan. Setelah selang beberapa menit hujan mulai reda. Jarum jam sudah menunjukan pukul 21.00 lebih. Waktu bagi kami relawan WSD mengakhiri perjuangan bergerilya di lapangan Puputan Badung yang kebanyakan diramaikan oleh kalangan pelajar yang memang sengaja merayakan hari Saraswati di Pura Jagatnatha Denpasar. Mereka sebagai pelajar berharap hari suci Saraswati sebagai momentum untuk meningkatkan prestasinya di sekolah. Ada juga sebagian pelajar yang menginjak kelas tiga yang akan menunaikan ujian akhir nasional, berharap dan berdoa kepada Dewi Saraswati agar diberikan kemudahan dan mendapat kelulusan, guna melanjutkan kejenjang tingkat yang lebih tinggi.

Walaupun kami kekurangan tenaga relawan, sejumlah dukungan tanda tangan yang terkumpul cukup membuat kami tidak patah semangat. Sekitar 300 lebih dukungan tanda tangan terkumpul dalam jangka waktu yang cukup singkat sekitar 2 jam. Hujan sudah benar-benar berhenti seketika itu juga kami kawanan relawan WSD bergegas pulang menuju sekretariat WALHI Bali di Jl Kembang Matahari No 86b Denpasar.

Di tengah perjalanan kami semua dihadiahi masing – masing sebungkus Siomay hangat oleh Mba Siska Wonderwomen. Memang perut kami malam itu sudah mulai keroncongan. Maklum semua tenaga sudah dikerahkan untuk berbicara ngoceh kesana – kemari menyodorkan form tanda tangan dukungan WSD kepada banyaknya pengunjung di lapangan Puputan Badung.

Semoga di lain hari aksi kampanye WSD diramaikan lagi oleh temen-temen yang lebih banyak. Disinilah kami menggalang rasa persahabatan dan persaudaran untuk mewujudkan bumi yang lebih adil dan adem.

For green & peace..,

Maryo Kempez

Sahabat Walhi Bali & Volenteer WSD

2 Responses to “Menggalang Tanda Tangan di Hari Sarasvati”

  1. a! Says:

    wah, maryo ternyata bisa menulis dengan keren. aku colong ya buat balebengong. :)

    ayo terus lanjutkan. aku mendukung dari belakang meja saja. hahaha..

  2. admin Says:

    iya donk, rajin lagi nyumbang tulisan buat web wsd :)

Leave a Reply

SIGN UP FOR ACTION

    1. We need your support to make World Silent Day a Success and a Reality.
      Please Sign up and make comments
    2. (required)
    3. (valid email required)
    4. (required)
    5. (required)
    6. (required)
    7. (required)
    8. (required)
    9. World Silent Day will keep your info only to keep
      keep your posted about the campaign