WSD CAMPAIGN at Mini Carnival Pamanahan Sunda, Art Centre Bali

Kampanye WSD adalah sebuah kampanye yang di bingkis menjadi aksi seru dan menyenangkan agar tidak mengganggu ketertiban umum. Kampanye yang puncaknya pada tanggal 20 maret itu di awali dengan kampanye yang dilakukan oleh kawan – kawan dari KBPI dan di dukung oleh Sahabat WALHI. Kampanye yang diklaim sebagai kampanye pembuka tahun itu di laksanakan pada tanggal 13 februari di Art Center. Acara dimulai sekitar jam 16.30, diawali dengan briefing oleh salah seorang sekretaris KBPI yang bertempat di WALHI Bali. Pada waktu yang bersamaan dilanjutkan dengan pembagian form tanda tangan, brosur, dan juga stiker WSD kepada para volunter. Briefing yang di fasilitasi oleh Siska tersebut di ikuti oleh 16 orang volunter yang berasal lintas golongan. Mereka berangkat dari WALHI Bali menuju Art Center sekitar Jam 17.00, dengan naik sepeda motor berboncengan yang kemudian sesampai di Art Center ditambah lagi dengan kehadiran teman – teman sukarelawan dari UNUD.

Sebagai korlap, pada jam 17.10 Siska bernegosiasi dengan panitia yang kemudian koordinator panitia yang bernama Angga itu dengan menemui masa dari KBPI dan mereka diijinkan untuk berpartisipasi di areal Mini Carnival. Panitia well come selama kegiatan tidak mengganggu dan tertib serta tidak membawa atau atas nama parpol dan calon yang berpartisipasi dalam pilkada. Masa aksi itu kembali diberi arahan oleh cewek yang identik dengan mata sipit tersebut di sela – sela sebuah taman di art center. yang pada intinya siska menyampaikan peta loksi strategis bagi par volunter setelah itu mereka langsung bergerak sesuai dengan job dan tempatnya masing – masing.

Selang beberapa waktu setelah sempat bernegosiasi dengan panitia, sekitar pukul 17.45 tim WSD pada hari itu diberikan kesempatan oleh pembawa acara untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan dari WSD serta bagaimana cara masyarakat bisa berpartisipasi dalam Hari Hening Sedunia. Dengan sigap Siska maju dan menjelaskan kepada puluhan panitia dan tamu yang sudah datang di pesta yang di adakan oleh paguyuban mahasiswa sunda pamanahan Bali dan dampingi oleh Yoga sebagai icon WSD. ” WSD adalah hari hening sedunia yang sedang dalam proses rekomendasi ke PBB dan mebutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat dalam bentuk tanda tangan” kata siska sambil tersenyum malu. Lebih lanjut Dekgus menambahkan bahwa “WSD itu dilaksanakan puncaknya pada tanggal 21 maret dengan cara mematikan elektronik”. Ditengah – tengah santai dan canda tawa yang beraksi dengan mencari tanda tangan itu sekitar 18.15 tamu undangan yang mayoritas orang Bandung yang tinggal di Bali itu tiba datang berjubel, mereka kebanjiran job atau kebanjiran tanda tangan sampai – sampai kewalahan. Datang suntikan tenaga baru dua puluh menit kemudian, seorang senior bagi semua yang berpasrtisipasi dalam pencarian tanda tangan itu . “ mbak Herni itu dari PPLH yang juga tergabung dalam KBPI, senior yang tumben pada hari ini telat” celoteh seorang volunter yang mengaku dari Bukit. selang beberapa waktu Vixion Bali Motor Club yang datang pada acara tersebut di atas, ikut berpartisipasi dan mendukung program wsd dan mereka ikut membubuhkan tanda tangan di form tanda tangan WSD. “Acara ini sangat bagus apabila dilaksankan secara berkesinambungan karena nantinya manurut saya pemahaman dan partisipasi masyarakat akan tetanam sebagai sebuah kesadaran pribadi” kata salah satu anggota mator club tersebut. sepi dari pengunjung, tim lapangan 1st WSD campaign foto bersama di sebuah patung dekat pintu masuk. kemudian mereka kembali beraksi karena tamu – tamu mini karnival banyak berdatangan dan berjejalan. sampai sekitar pukul

Pukul 20.00 massa aksi mulai fokus di dalam karena pintu masuk ke acara tersebut di kuasai Aparat keamanan yang menunggu kedatangan tamu penting,” kita sedang mengawal acara ini dan menunggu kedatangan ketua paguyuban serta anggota dewan” kata salah satu anggota polsek dentim yang tidak mau di sebut namanya. Beberapa aparat memang kelihatan berpartisi dan membubuhkan tanda tangan tapi beberapa di antaranya mengaku tidak setuju bahakan ada yang kelihatan sedang curhat dengan salah satu korlapnya.

”acara sperti ini bagus dan perlu ada kesinambungan dan konsistensi dari inisiator WSD, jangan sampai kegiatan yang sangat mulia ini di masuki oleh orang yang punya kepentingan terutama politik karena susah payah adik – adik itu akan tidak ada hsilnya bila ada kepentingan poltik di dalamnya” kata seorang bapak bernama Cecep ini. ”apa yang di kerjakan adik – adik ini mudah – mudahan mengembangkan kesadaran mereka akan lingkungan” lanjut bapak yang mengaku sudah 24 tahun tinggal di Bali.

Sekitar pukul 21.00 masa aksi WSD ini pulang dari art center menuju walhi dengan tertib. Kita pulang saja karena tujuan kegiatan ”Brak to brak” kali ini tercapai selain itu juga karena tamu undangan sudah konsen pada” kata mbak herni dengan logatnya yang lumayan medok jawa ini. Sesampai di walhi mereka langsung makan tanpa dikomando di lanjutkan dengan menghitung tanda tangan dan kemudian mengevaluasi. Masukan, saran serta hambatan dari para volunter silih berganti yang dapat ditarik kesimpulan bahwa dari evaluasi tersebut pada intinya adalah untuk membangun partisipasi publik yang lebih baik agar misi serta maksud dan tujuan dari world silent day tercapai juga untuk mencari tanda tangan sebanyak mungkin sebgai rekomendasi ke PBB dengan tetap berpedoman pada nilai – nilai dan etika yang berlaku di masyarakat. Dan pada pukul 21.35 acara selesai, semua volunter korlap dan tim – tim yang lainya berkumpul, melingkar serta sebagai bentuk mativasi semangat mereka bersama – sama meneriakan, BRAVO WORLD SILENT DAY. kojk­­­­

By : Suriadi Darmoko (Relawan BCCC)

Leave a Reply

SIGN UP FOR ACTION

    1. We need your support to make World Silent Day a Success and a Reality.
      Please Sign up and make comments
    2. (required)
    3. (valid email required)
    4. (required)
    5. (required)
    6. (required)
    7. (required)
    8. (required)
    9. World Silent Day will keep your info only to keep
      keep your posted about the campaign