YOSEPH DAN PATRICIA: PARA PEMIMPIN BAGI HARI HENING
Yoseph Dwi berasal dari Jakarta dan Patricia dari Sidney, Australia telah menunjukkan pada dunia bahwa kepemimpinan individual merupakan hal penting untuk mempertahankan bumi dalam keadaan baik. Mereka percaya pada kampanye World Silent Day dan melakukan dengan caranya sendiri untuk berkontribusi.
We Shall Do it! (WSD)
Yoseph Dwi dan keluarganya mencoba untuk hidup tanpa listrik selama empat jam. Dan mereka pun melakukannya!! Oleh sebab itu dia diberikan penghargaan secara simbolis oleh Tim World Silent Day (WSD). Yoseph lahir dan besar di Bali. Dia saat ini tinggal di Jakarta dan terkadang merindukan suasana hening Hari Raya Nyepi di Bali (hari yang menjadi inspirasi untuk melakukan kampanye WSD). Dalam mysilent@worldsilentday.org, dia menyatakan cinta Bali dan ingin melakukan apa yang baik bagi Bali.
Dia berpartisipasi dalam WSD karena dua alasan. Pertama adalah kecintaannya pada Bali. Kedua bahwa 21 Maret 2008 adalah Jumat Agung dan bagi umat Katholic diminta untuk menahan diri tidak makan daging dan dianjurkan berpuasa. Dia berpikir hal tersebut merupakan jalan sempurna untuk mengkombinasikan antara puasa makanan dan ‘puasa listrik.’
Yoseph membuat usaha yang luar biasa untuk berpartisipasi dalam WSD 2008. Didukung oleh isterinya, dia berusaha meyakinkan Bramm,– anaknya yang berumur 9 tahun–, untuk mengurangi listrik. Seluruh keluarga mematikan lampu, peralatan elektronik kecuali lemari es (mencegah makanan menjadi rusak). Pada menit-menit terakhir antara pukul 10.00- 14.00 pada 21 Maret 2008, Bramm protes karena tidak diperbolehkan menonton acara TV favoritnya. Namun Ibu nya menenangkannya, keluarga tersebut kemudian membaca dan bermain bersama. Mereka bahkan mematikan handphone, peralatan penting bagi keluarga, kata Yoseph.
Tantangan terbesar dalam mendukung WSD adalah ketika memulai langkah pertama. Namun sekali langkah pertama tersebut diambil, komitmen dibuat, pertanyaan berikutnya bagaimana mempertahankan komitmen tersebut. Godaan menyalakan TV dan radio, terutama untuk memperoleh informasi, merupakan hal yang sulit diatasi. Anggota keluarga juga mematikan lampu, AC dan kipas angin yang biasa menyala.
Pada akhirnya, Joseph menyatakan bahwa keluarganya ingin kembali melakukannya sendiri Hari Hening diluar 21 Maret. Dan mereka berharap hal tersebut dapat dilakukan secara rutin dan lebih sering. Selain itu, mereka berharap bahwa prilaku positif dan hemat penggunaan listrik dapat membuat sebuah perubahan. Sebuah langkah kecil mungkin dapat membantu membuat sesuatu menjadi lebih baik di Bali dan dunia, Yoseph berharap.
“Jangan pernah menyerah! Bangun kepercayaan dirimu dan tetap mengadvokasi masyarakat bahwa kampanye ini dapat membantu lingkungan hidup dan bumi” itulh kata-kata pemberi semangat bagi Tim WSD, melalui wawancara di email. Dia menyarankan untuk memulai kampanye WSD 2009 lebih awal sekitar 2-3 bulan sebelum hari H.
Menikmati Keheningan
Dari rumahnya di Sidney, Patricia Parkinson memilih untuk hening pada 7 Maret pada Hari Nyepi Bali. Sebagaimana ia tulis kepada tim WSD. “Setelah mendengar untuk pertama kalinya tentang Nyepi ketika saya berada di Bali, Desember lalu. Dan membaca tentang World Silent Day di situs, saya melakukan untuk pertama kali dalam hidup saya dengan sepanjang hari pada 7 Maret tidak melakukan apa-apa, mematikan lampu, radio, tv, hi fi, HP dan computer. Satu-satunya aktivitas yang saya lakukan adalah bercakap-cakap dengan anjing saya, berjalan- jalan melintasi sungai setempat, berbaring di rerumputan, mendengarkan suara-suara alam”.
Particia berkata bahwa hal tersebut sangat mengagumkan. Sedikit ketakutan pada awal hendak mengikuti Hari Hening, tanpa selingan alat komunikasi modern dan menghadapi berbagai hal dalam pikirannya sendiri. Namun dia mendapat ketenangan yang sangat berharga. Dan kenyataannya bahwa melakukan imbauan Hening tanpa listrik tersebut juga memiliki sebuah makna yang membuat semuanya menjadi lebih menyenangkan. “Saya akan menyarankan hal tersebut kepada setiap orang yang terlalu sibuk melakukan sesuatu setiap hari. Mengingatkan bahwa melakukan ”hening”dalam kehidupan di planet ini sungguh baik, sebelum kekacauan dari perubahan iklim menyerang (dan jika anda membaca pemikiran terakhir dari James Lovelock, hal tersebut tidak akan lama sebelum Gaia membalas dendam atas kesewenang-wenangan manusia). Mari kita semua mencoba dan membangunkan dunia tentang perubahan iklim, dengan hening, pada 21 Maret!”
Begitu Juga Dengan Yang Lainnya
Ada begitu banyak pemimpin WSD dan mereka semua patut mendapatkan penghargaan. Patricia dan Yoseph merupakan representasi simbolik dari orang-orang yang bergabung dalam keheningan pada 21 Maret. Banyak yang telah bercerita pada kami tentang pengalaman mereka pada mysilent; yang lain juga telah membantu untuk meng-kampanye-kannya pada blog; orang-orang lainnya mungkin mengikuti hari hening ini namun tidak memberikan informasi kepada kami. Berikut ini adalah daftar nama, siapa saja yang bergabung pada WSD dan memberitahukan kita ceritanya. Sebagian dari mereka yang ikut aksi WSD.
