21 Maret 2011. 38 teman-teman yang rela meluangkan waktunya untuk berhening dan merefleksikan diri menghabiskan waktu World Silent Daynya (10.00-14.00 WITA) di depan kantor Gubernur Provinsi Bali.
World Silent Day tahun ini di awali dengan meditasi The Art of Living yang dipandu oleh Bapak I Gusti Raka Panji Tisna, seorang budayawan dan metitator ulung.
Meditasi ini tidak hanya menarik orang yang berlalu lalang di jalan depan kantor Gubernur saja, tapi juga dua turis Jepang dan satu wisatawan asing lain.
Setelah bermeditasi tim kampanye World Silent Day di Bali berdoa bersama untuk para korban Tsunami dan radiasi nuklir di Jepang. Doa tersebut juga dikemas bersama tanda tangan peserta yang hadir untuk dikirim ke masyarakat Jepang melalui konsulat Jepang yang ada di Bali.
Sebagai bentuk solidaritas dan empati dari sekelompok kecil pendukung World Silent Day, mereka membuat burung Origami (seni ketrampilan kertas lipat) atau dalam bahasa jepangnya ‘Tsuru Non’ yang melambangkan kedamaian dan harapan.
Melalui Tsuru, tim World Silent Day berharap, doa-doa yang dilantunkan untuk para korban yang menderita di Jepang sampai, dan menguatkan mereka serta mengetuk hati para pemimpin dunia untuk menciptakan perubahan agar lingkungan menjadi lebih aman bagi umat manusia, serta lebih bijaksana lagi dalam memilih energi bagi ketentraman manusia dan bumi. Seribu burung yang dibuat teman-teman pendukung World Silent Day pukul 14.15 WITA dikirim langsung ke konsulat Jepang. Disana konsulat Jepang sangat menyambut ramah tim World Silent Day yang beramai-ramai berjalan kaki. Semoga pesan ini sampai dan negara Jepang akan segera pulih.


(Teks : Arik, Foto : Saichu Anwar) Pada hari ini minggu 20 maret 2011, team WSD (world silent day) melakukan kampanye di depan monument bajra sandi renon. Kampanye ini dilakukan mulai dari jam 7am pagi sampai jam 10am.
Team WSD tahun lalu hanya terdiri dari 4 organisasi, namun untuk tahun ini Jumlah Team WSD semakin meningkat yaitu Yayasan Wisnu, PPLH Bali, Walhi Bali, Bali Organic Association, Bali Outbound, Bali Oranye, FFTI serta banyak individu-individu yang begabung. Disini kegiatan yang dilakukan adalah art performance, pembagian brosur, stiker, kalender saku serta tidak lupa yaitu mencari dukungan tanda tangan yang akan di kirim ke PBB.
Art performance dilakukan oleh seniman dari Blora (jawa tengah) yang terdiri dari 3 orang yaitu Tebo, exi wijaya dan Anib Bastada membawakan tarian “bebarongan” dengan judul “TANAM dan BERHENING UNTUK SEMUA KEHIDUPAN”. Read the rest of this entry »
Saichu Anwar. http://balinews.blog.com/2011/03/15/ffti-dukung-gerakan-world-silent-day-wsd/
Denpasar-BSB. Forum Fair Trade Indonesia (FFTI) pagi tadi (15/3) melaksanakan acara gobrol bareng melalui acara “Fair Trade Lunch” di Sekretariat FFTI / Fair Trade Outlet, ruko Griya Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai Sanur. Acara ini banyak di hadiri berbagai komunitas masyarakat sipil yang ada di Bali. Dalam acara tersebut hadir sebagai nara sumber tim World Silent Day (WSD) atau Nyepi di Era Global. Read the rest of this entry »
Saichu Anwar. http://balinews.blog.com/2011/03/15/world-silent-day-demi-keadilan-iklim-semua-bisa-berpartisipasi/#more-1027
I Gusti Ayu Fransiska, koordinator gerakan World Silent Day, tampak sangat bersemangat mensosialisasikan gerakan moral ini. Bersama tim WSD lainnya, Siska begitu gadis ayu ini biasa dipanggil mencoba menjelasakan apa maksud dan tujuan gerakan WSD ini, dalam acara Fair Trade Lunch yang difasilitasi oleh Forum Fair Trade Indonesia disekretariatnya tadi pagi, Selasa(15/3). Read the rest of this entry »
NK13-singkatan dari NAS KELENG 13, suatu kalimat yang mungkin pada awalnya terdengar kurang baik. Tapi genk yang menaungi sejumlah besar anak-anak muda di Bali ini mengartikan Nas Keleng sebagai kalimat yang mengisyaratkan keakraban dan kedekatan (misalnya, kata nas keleng jika diucapkan saat berkomunikasi dengan saudara atau teman mengindikasikan keakraban yang sangat dalam, kecuali jika kata nas keleng digunakan untuk memaki). Geng NK13 yang dikenal lewat tulisan ‘NK13′ di bangunan atau rumah tidak berpenghuni di Bali bukan gengster atau preman seperti yang selama ini banyak dipandang masyarakat.
“kita uda ga punya waktu lagi sekarang untuk nunggu bumi kiamat, kita semua harus menyelamatkan lingkungan kita” kata Purnama alias Gung Johnson (salah satu pendiri NK13) saat mengundang tim World Silent Day berbicara tentang perubahan iklim pada acara penyadaran anggota dan rekan NK13 tentang lingkungan. NK13 yang sangat mendukung gerakan World Silent Day, pada hari Bumi 2011 nanti mereka akan menanam 10.000 bibit pohon Mahoni di Negara, Bali. Jadi apa ada yang masih berpikir negatif tentang NK13?
